Donation
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Live Cat

Link Box
Gallery


KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Empty
Login

Lupa password?



Latest topics
» One Piece | MKV |50-60MB | On Going
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyMon Jun 13, 2016 7:34 pm by *laskar_pelangi*

» cerita hot paling sangat terbaru sekali
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyFri Dec 27, 2013 8:12 pm by kornet

» Member Yang Online Diharap Masuk Chatbox !!!!!
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptySat Aug 10, 2013 3:57 pm by sanan

» Absensi On/Off Lapendos
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptySun Jun 23, 2013 3:20 pm by vhy

» The program is mix >>> WIPE + MFI + LCDRESET + UP OS BB
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyThu Dec 27, 2012 7:36 am by everdark

» Wilayah RI 'Dicaplok' Malaysia, Pemerintah Kok Kesannya Mengalah?
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyFri Dec 21, 2012 6:20 pm by sanan

» software persamaan lcd china full version
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyThu Sep 06, 2012 5:54 am by didkblack

» Kumpulan Frimware china all handphone
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyTue Aug 28, 2012 5:09 am by everdark

» request game azada 2
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptySun Jul 01, 2012 5:11 pm by everdark

Facebook Like
Share
Latest topics
» One Piece | MKV |50-60MB | On Going
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyMon Jun 13, 2016 7:34 pm by *laskar_pelangi*

» cerita hot paling sangat terbaru sekali
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyFri Dec 27, 2013 8:12 pm by kornet

» Member Yang Online Diharap Masuk Chatbox !!!!!
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptySat Aug 10, 2013 3:57 pm by sanan

» Absensi On/Off Lapendos
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptySun Jun 23, 2013 3:20 pm by vhy

» The program is mix >>> WIPE + MFI + LCDRESET + UP OS BB
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyThu Dec 27, 2012 7:36 am by everdark

» Wilayah RI 'Dicaplok' Malaysia, Pemerintah Kok Kesannya Mengalah?
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyFri Dec 21, 2012 6:20 pm by sanan

» software persamaan lcd china full version
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyThu Sep 06, 2012 5:54 am by didkblack

» Kumpulan Frimware china all handphone
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptyTue Aug 28, 2012 5:09 am by everdark

» request game azada 2
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) EmptySun Jul 01, 2012 5:11 pm by everdark

Keywords

google  

Trafic
Pasang Iklan
SALAM MUSIK INDONESIA !! || Selamat Datang Di Forum Lapendos , Bagi Member Yang Online Harap Masuk Ke Chat Box & Jangan Lupa Tulis Komentar Kamu Setelah Kamu Mendownload / Membaca Materi Apapun Yang Ada Disini !! dan Kami Memberikan fasilitas room Donatur bagi yg mau Menjadi Donatur..Selamat Menjelajah Dunia Forum Lapendos ! Terima Kasih || SALAM MUSIK INDONESIA !!


You are not connected. Please login or register


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Empty KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Fri Feb 11, 2011 8:53 pm

Tamu


Tamu
Kebudayaan Nasional

Arti Kebudayaan
Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993). Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal daribahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa,dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.Tak ada mahluk lain yang memiliki anugrah itu sehingga ia merupakan sesuatuyang agung dan mahal
Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.

Wayang Kulit
WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.


Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.
Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.
Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Asal Usul
Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.
Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.


Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.

Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pe­wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.

Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In­dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa­yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per­tunjukan wayang.
Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis­toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone­sia halaman 987.

Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewa­yangan', yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.

Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah cerita­cerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.

Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.

Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.

Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.

Dan di wilayah Kulonprogo sendiri wayang masih sangatlah diminati oleh semua kalangan. Bukan hanya oleh orang tua saja, tapi juga anak remaja bahkan anak kecil juga telah biasa melihat pertunjukan wayang. Disamping itu wayang juga biasa di gunakan dalam acara-acara tertentu di daerah kulonprogo ini, baik di wilayah kota Wates ataupun di daerah pelosok di Kulonprogo.

2KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Empty Re: KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Sat Feb 12, 2011 6:43 am

Chicharito

Chicharito
Co Admin
Co Admin
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) 385509

3KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Empty Re: KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Sat Feb 12, 2011 11:50 am

Tamu


Tamu
hehehehhee

4KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Empty Re: KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Sat Feb 12, 2011 3:14 pm

Dj Bobej

Dj Bobej
Pendekar Lapendos
Pendekar Lapendos
KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) 343492

http://.mp3.bobej-mania.com

5KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Empty Re: KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Sat Feb 12, 2011 8:29 pm

Chicharito

Chicharito
Co Admin
Co Admin
Putra (CLH) wrote:hehehehhee
prikitiewww

6KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Empty Re: KEBUDAYAAN NASIONAL (WAYANG KULIT) Mon Feb 14, 2011 6:24 am

Tamu


Tamu
WKWKWKKWKWKWKW

Sponsored content


Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik

 
Lapendos
© Copyright 2010 • All rights reserved
Powered By: Forumotion | Desing By: Bobej

Free forum | ©phpBB | Free forum support | Report an abuse | Latest discussions.